Genset kendaraan listrik ini bs mematahkan ketakutan lowbat di tengah perjalanan. Dan sangat praktibs di tempel di kendaraan listrik. Dan sdh jadi rahasia umum
Selesai juga hasil merakit United Mountain Bike Avand XC-77 MTB Hardtail dengan Shimano Nexus Internal Gear 7 speed di Mas Ady Siswanto. Untuk motornya pakai Direct Chains Drive Tourqe Kit System MidDrive 48 volt 500 watts dgn baterai 48volt 12Ah. Thanks Mas Alfred untuk pasokan Brushless Planetary Geared Motornya.
Mid drive Torque KIT EBIKE super silent, boleh dibandingkan dengan mid drive yang lain nya . Dan dengan posisi rantai yang center mudah di setting sehingga rantai tidak mudah copot. Rantainya di modif satu rantai full dan menggunakan rantai jenis Half-link/Pintle karena memakai rantai becak mudah putus atau copot.
Selama test sih masih oke. Kalau baca2 dari sumber lain untuk mengurangi resiko rusak internal gear Nexus, jangan mengganti gigi waktu nge-gas. Posisi internal gear cukup pake speed 7 udah sanggup melibas tanjakan puncak. Apa lagi spead 1 ngak terasa.
Specification : Motor: 48v 450w Brushless planetary geared motor (90Nm) Speed -+50Kph (26″ RIms) Controller :48v 500w (Max 1200w ) 25A , with Auto-Cut off systems( -+ 42V ) Max speed 50 kph Motor weight 3 kg, total weight 4.5kg Climb to 38 degree Motor efficiency 80-82% Range up to 50 km depends on battery
Banyak sekali keluhan dari pengguna sepeda listrik, dan tidak sedikit pula yang tidak melakukan perbaikan. Dan hanya menjadikan kendaraan listrik yang bermasalah itu menjadi sebuah rongsokan tak berharga. Posting sebelumnya sudah menjelaskan tentang cara merawat sepeda motor listrik supaya awet, namun apabila sudah terjadi kerusakan berikut adalah ulasan dari gejala kerusakan, diagnosa dan perbaikannya.
1. Gejala 1 = masalah baterai
Sepeda listrik terasa tidak bertenaga,
Baterai cepat habis,
Kecepatan pelan, dan laju berjalan pelan dan terkadang putus-putus.
Ketika di charger langsung cepat penuh
Masalah baterai adalah permasalahan yang paling sering dalam kendaraan listrik. Hampir rata-rata sebagian pengguna kendaraan listrik mengalami masalah ini.
Solusi perbaikannya adalah dengan mengganti baterai yang rusak, secara ideal seluruh baterainya yang diganti, namun kalau ingin berhemat bisa dengan mengganti baterai yang rusak saja. Cara mengetahui baterai mana yang rusak dapat diukur voltase baterainya menggunakan multimeter. Pengukuran alangkah baiknya ketika sistem dalam kondisi ON dan digunakan untuk memutar dynamo tanpa beban.
Solusi pencegahan baterai rusak adalah:
Jangan overcharging / charger yang terlalu lama
Jangan terlalu sering melakukan akselerasi mendadak
Masalah pada motor BLDC adalah masalah yang kedua. Meski frekuensi tingkat kerusakannya lebih minim daripada kerusakan baterai, Namun terkadang banyak pula pengguna yang mengkandangkan sepeda listriknya hanya karena masalah pada motor penggeraknya.
Tanda-tanda gejala kerusakan dynamo adalah:
Ketika dihidupkan putaran motor pincang
Motor mau berputar kalau dibantu pada awalannya
Suara motor berdengung kasar dan tidak punya tenaga
Putaran motor pelan dan patah-patah
Motor tidak hidup ketika di gas, namun ketika dibantu putar dengan tangan terasa ada induksi yang melawan (ini karena kombinasi pola hall sensor dan 3 phase yang tidak pas, tinggal diacak lagi kombinasinya sudah beres) namun ini biasanya terjadi pada kendaraan listrik modifikasi.
Motor BLDC berputar sesaat lalu mati terkadang putaran tidak stabil (hal ini biasanya karena motor BLDC terlalu sering dibongkar dan pemasangannya kurang presisi)
Solusi cara perbaikan: kerusakan motor penggerak BLDC pada kendaraan listrik pada umumnya terjadi karena 2 macam permasalahan: yaitu masalah hall sensor dan masalah 3 phase motor. Namun pada umumnya di sepeda listrik lebih sering terjadi kerusakannya karena hall sensor. Kerusakan 3 phase, kerusakan munting dudukan, kerusakan axle lebih sering terjadi karena modifikasi yang kurang teliti.
bongkar bagian jok sepeda listrik atau kita buka bagian-bagian kendaraan yang menghalangi kontroller, fungsinya agar kita bisa melakukan pemeriksaan kabel hall sensor secara mudah.
kontroller pada sepeda listrik
Temukan port hall sensor, biasanya terdapat 5 kabel dengan warna hitam, merah, hijau, kuning, dan biru seperti pada gambar berikut:
kabel socket hall sensor
Hidupkan kunci kontak ON dan buka handle gas supaya motor berputar. Ketika motor berputar cabut salah satu kabel dari warna hijau, kuning atau biru. Lakukan percobaan pada 3 kabel tersebut. Apabila ketika kabel dicabut yang terjadi malah motor semakin pincang atau berhenti maka kabel yang dicabut itu hall nya tidak bermasalah, dan jika menemukan kabel yang dicabut namun motor tetap tidak terjadi apa-apa, maka bisa dipastika hall sensor dari warna kabel itulah yang rusak. Cara ini mirip sekali dengan mencari busi yang mati pada mesin bensin mobil 4 silinder.
Jika sudah ketemu maka tinggal saatnya mengganti hal sensor yang rusak tersebut.
Cara menggantinya adalah: ingat warna kabel hall sensor yang rusak, bongkar motor BLDC (pembongkaran memang tidak mudah), ganti hall sensor yang rusak.
bagian dalam BLDC 350W Posisi Hall sensor tipe tanpa PCB Posisi Hall sensor tipe tanpa PCB
Posisi Hall sensor tipe dudukan PCB
Seri hall sensor pada BLDC buatan cina pada umumnya mengunakan seri F41, SS41
hall sensor
Cara pencegahan kerusakan motor:
Untuk sepeda listrik yang standar-standar aja memang jarang kerusakan motor terjadi. Mungkin untuk kendaraan standar cukup Jangan terlalu sering kehujanan / melewati medan berair
Dalam modifikasi usahakan rangkain kelistrikan yang rapi, jangan sampai kabel hall sensor ini terkena tegangan 12V atau lebih.
Pengencangan baut as motor harus kuat, supaya as motor BLDC tidak terpuntir.
Apabila memodifikasi dengan sistem overvoltage jangan terlalu sering digunakan keseharian.
Overvoltage maksimum untuk motor 36V adalah 48V, untuk 48V maks 60V, untuk 60V maks 72V, untuk 72V maks 84V.
Apabila menggunakan overamper dengan menggunakan kontroller dengan watt yang lebih besar, perhatikan ketahanan kabel 3 phase motornya, jangan sampai kabelnya meleleh tidak kuat.
Apabila membongkar dan memasang BLDC harus rapi dan presisi, karena ketidak presisian akan membuat putaran motor menjadi kasar dan untuk beberapa kontroller tidak mau untuk men-drive motor yang sudah tidak presisi.
3. Gejala 3 = Kontroller
Pada umumnya kerusakan di kontroller terdapat pada FET, yang biasanya disebabkan karena beban yang terlalu berat dan terus-terusan, dan karena terjadi hubungan konslet pada 3 phase motor.
Tanda tanda gejala kerusakan FET:
Kunci kontak on, namun motor tidak mau berputar dan ketika di gas terdapat suara kecil “tik” dari kontroller.
Ketika motor diputar manual dengan tangan terasa patah-patah, ketika kontak off pun juga terasa patah-patah
Untuk lebih memastikan kerusakan FET lepas kabel 3 phase motor dari kontroller, lalu putar kembali motor pakai tangan, apabila jadi loss sudah pasti itu FET yang rusak.
kabel socket 3 phase motor pada kontroller 350W
Tapi apabila sudah dilepas sekalipun namun tetap patah patah maka itu berarti 3 phase pada motor BLDC yang rusak karena konslet.
Ganti kontroller dengan yang baru (solusi paling gampang)
Ganti FET yang rusak saja, namun butuh pengetahuan yang mumpuni di bidang elektronika untuk melakukan ini. Berikut adalah cara mengetahui FET yang rusak.:
Deret FET pada kontroller
Buka box kontroller, lalu lakukan pengukuran pada kaki source dan output FET, apabila terdapat hambatan 400 ohm sampai 590ohm maka FET itu sehat, namun apabila hambatannya dibawah 100 ohm berarti FET itu rusak (biasanya kalau rusak tanpa hambatan alias nyambung)Ø Lepas FET yang rusak, lalu gabungkan kembali 3 phase motor dengan kontrollernya, lalu putar kembali motor BLDC dengan tangan, apabila masih patah-patah berarti masih ada FET lain yang rusak, apabila sudah loss maka berarti sudah tidak ada FET yang rusak kembali
contoh perbaikan melepas FET dan menggantinya
Ganti FET yang rusak dengan FET baru yang spec nya sama atau yang lebih tinggi spec nya.Ø Biasanya seri FET nya untuk kendaraan listrik 350W, 500W dan 800W adala P 75N75, untuk 1500W = IRF P105, untuk watt gede = IRF 4110 atau IRF 4410
APABILA TIDAK DITEMUKAN GEJALA SEPERTI KETIGA MASALAH DIATAS
Apabila kendaraan listrik mati total tanpa gejala dan permasalahannya selain 3 masalah diatas maka dapat melakukan general check up seperti urutan diagnosa berikut:
Hidupkan kunci kontak:
Cek tegangan suplay pada kontroller B+ dan kontak. Apabila terdapat tegangan yang sesuai (misal=48V untuk kendaraan listrik 4 baterai atau 36V untuk sepeda listrik 3 baterai) maka lanjut ke poin 3. Apabila tidak ada tegangan maka lanjut ke pemeriksaan baterai dan kabel dari baterai ke kontroller. Jangan-jangan kabelnya putus di jalan.
contoh pengecekan suplay kontroller: misal diatas tegangan 18,6V, maka itu artinya terjadi permasalahan baterai atau rugi tegangan di kabel menuju baterai
Lepas socket kontroller yang terhubung ke alarm, rem, speedometer, dan fitur-fitur lainnya. Yang tersisa hanya socket yang menuju ke 3 phase motor, hall sensor, kunci kontak, baterai B+ dan B-, dan handle gas. Buka handle gas untuk memutar motor, jika motor berputar normal maka yang bermasalah adalah fitur lain seperti, sensor rem, dan alarm. Apabila motor tetap tidak mau berputar maka lanjut ke poin 4.
Cek tegangan di kabel merah hall sensor dan handle gas. Apabila keluar tegangan 5V maka lanjut ke poin 5. Namun apabila tidak terdapat tegangan 5V maka kontroller itu yang rusak.
Pengecekan tegangan 5V di socket hall sensor
Cek tegangan pada kabel hijau (ada juga yang biru) di socket handle gas pada kontroller. Sambil diputar pelan handle gas nya apabila keluar tegangan dari 0V sampai 5V maka lanjut ke poin 6. Apabila tidak terjadi perubahan tegangan maka terdapat kerusakan pada handle gas atau kebel yang menuju handle gas putus.
Cek tengangan pada kabel hijau, biru dan kuning pada hall sensor sambil motor diputar pelan pakai tangan. Apabila tegangan berubah-rubah maka lanjut ke poin 7, Namun apabila terdapat salah satu yang tegangannya tidak berubah maka hall sensor di dalam motor BLDC itu bermasalah.
Jika poin diatas sudah dilakukan semua, maka dipastikan BLDC akan berputar normal, Namun apabila tidak berputar normal atau tetap mati total maka dipastikan micro pada kontroller itu rusak. Dan solusinya adalah mengganti dengan kontroller yang baru.
Direct: Bisa di over voltage , bisa kencang, lebih gahar bila sudah di pasang ke sepeda ….
Planetary gear nylon : volt rendah(36~48v tetap torsi ada ), lebih ringan drpd direct hub , mesin rada kecil , ada juga yg besar itu 1000watt planetary bisa mendekati hub direct hub yg watt nya 2000watt , battery habis tetap ringan di goes seperti sepeda biasa !!
Planetary friction drive: Irit listrik , Ringan , kecil , tenaga bisa lawan direct hub yg 500- 700watt an , tahan lama gk rusak rusak planetary dengan watt hanya mentok sampai 350watt ( bila melebihi akan terkikis friction drivenya ), battery habis tetap ringan di goes seperti sepeda biasa , hub ini biasanya digemari oleh komunitas sepeda listrik d jepang .
Depan: gampang masang , plug play : tidak menggangu grup set (cocok untuk sepeda mahal mahal untuk konfersi menjadi ebike), handling nyaman bila dibawah 500watt dan hub yg berplanetary geared !!!
Belakang : handling enak , lebih invisible bila milih hub yg mini ( planetary) , bila rear hub direct besar bisa di suntik volt dan watt tinggi sekaligus keliatan gahar ….
Perhatikan batas maximal output ampere sesaat dan continue dari BMS anda, jangan dipaksa melebihi batas ambang karna memperpendek umur BMS dan cell battery anda.
BMS
Lithium 48V 20Ah sebaiknya digunakan pada motor dengan daya 350Watt sampai 500Watt, namun jika lithium anda benar benar berkualitas bias dipasang di 800Watt atau 1000Watt namun ingat, jangan dipaksakan pada kapasitas diatas 1000Watt. Serta ketahui susunan beserta jumlah cell yang ada di dalam baterai anda, bisa ditanyakan pada penjualnya.
Sebagai contoh seperti ini, BMS 15A = 250W – 350W, BMS 20A = 500-800W, BMS 30A = 10000W, BMS 50A = 1500W-2000W
Diamkan dahulu 1 jam setelah pemakaian sebelum di charge kembali (cold charging) serta gunakan charger yang sesuai, jangan charger sla untuk charge lithium. Gunakan charger yang memiliki fitur proteksi yang baik. Minimal gunakan charger yang CC-CV (constan current – constant voltage) JANGAN gunakan charger yang tidak stabil. ARUS yang digunakan jika menggunakan lithium maksimal satu kali kapasitas baterai, misalnya battery dengan kapasitas 20Ah maka charger maksimal juga 20A jangan berusaha menggunakan charger lebih besar dengan harapan dapat men-charge lebih cepat, karna hal itu merusak cell battery itu sendiri. Lebih baik adalah seperlima nya saja, jadi jika battery lithium anda berkapasitas 20 Ah maka menggunakan charger cukup yang output current 4A saja.
Diamkan dahulu 1 jam setelah charge sebelum dipakai kembali (cold discharge)
Usahakan pemakaian continue ampere adalah 1C / 1 kali kapasitas, jika ingin mendapatkan umur secara maximal 70% dari DOD atau depth of discharge , perhatikan table dibawah ini,
Sesekali menarik gas dalam dalam diperbolehkan namun bila sering melakukannya maka BMS akan cepat rusak karna mengeluarkan output maximal. Lebih baik mengganti dan menggunakan BMS dengan rate yang lebih tinggi kemampuan ouput peak ampere-nya.
Alasannya adalah, akselerasi mendadak memang membutuhkan energy lebih besar daripada saat top speed. Hasil uji dengan WH meter pada sepeda motor TREKKO FLASH ketika melaju top speed 50km/jam membutuhkan amper sebesar 25A, namun ketika akselerasi mendadak dari berhenti membutuhkan amper 30A. Hal ini juga korelasi singkron dengan hasil uji pada ebike 1000W. Saat top speed 63km/jam membutuhkan amper sebesar 30A, namun saat akselerasi mendadak dari berhenti membutuhkan amper sebesar 45A. Sudah terlihat bukan bahwa saat membuka gas pol saat awalan memang lebih boros/membutuhkan tenaga?
Perhatikan factor suhu sekitar anda, terlalu panas akan mengakibatkan kinerja baterai lithium anda menurun. Perubahan/penggantian casing luar battery akan berpengaruh pada umur battery, misalnya dengan menggunakan kotak plastic buatan sendiri maka pelepasan panas akan menjadi lebih buruk. Contoh lain adalah menggunakan sarung bungkus pengaman tahan air maka panas tidak akan dilepas dengan sempurna. Biarkanlah battery anda bernafas lega kecuali di musim hujan dibungkus menggunakan bahan tahan air dalam bentuk kantung pocket khusus di sepeda listrik anda. Untuk motor listrik umumnya sudah lebih aman, kecuali anda merubah tempat dudukan bettery, harap diperhatikan dan periksa baik baik.
EBIKE CUSTOM
Perhatikan beban penumpang dan barang yg akan dibawa oleh kendaraan listrik anda, beban maximal 150Kg lebih dari itu kinerja BMS akan berat sekali dan membuat BMS akan cut off dan cell cell battery lithium juga akan terkena impact buruk sehingga BMS dan beberapa cell battery akan mudah rusak.
Misalnya
Bentuk Ebike/sepeda listrik/selis : beban maksimal = 100Kg,
Bentuk Motorbike/Motor listrik/Molis : beban maksimal = 150kg,
Bentuk gokart / rickshaw/roda 3 : beban maksimal = 200kg,
Bentuk mobil listrik tentu akan beda lagi.
Pastikan battery lithium anda memiliki sirkulasi pendinginan yang sempurna dan baik namun tetap aman dari resiko terkena air/lembab (waterproof).
Usahakan posisi battery lithium anda steady, aman dan tidak terlalu banyak guncangan karna akan merusak sambungan sambungan solder/ikatan/contactor yg mana bila lepas maka battery lithium anda akan gagal berfungsi.
Perhatikan factor lifecycle dari masing masing cell battery yg digunakan, umumnya battery lithium polymer memiliki lifecycle yg lebih pendek dibanding lithium Manganese. Umumnya Lithium polymer hanya 500X cycles dan lithium Manganese mencapai 800X cycles dan lithium ferro phosphate bisa mencapai 1200X cycles. Data lifecycle ini merunut kualitas standar dan bukan kualitas KW atau dibawah mutu baku standar produk yang dimaksud. Di pasaran banyak sekali level mutu produk walaupun sama sama Lifepo4 atau LiPo atau LMO cell battery. Hal ini diluar dari kinerja dan kualitas mutu BMS.
BMS sangat mudah rusak karna factor over current supply, sering cut off dan cell battery yg tidak mumpuni/tidak kuat juga karna factor over heat/cuaca panas.
Jangan pernah menggunakan cell battery lithium tanpa menggunakan BMS karna walaupun torsi tenaga daya besar luar biasa yg dapat diperoleh, namun saat charging akan memperoleh resiko meledak yg juga jauh lebih cepat dan besar.
Gunakan BMS yang memiliki plat pendingin bagi anda yang merakit baterai lithium sendiri.
Pastikan cell balance anda bekerja, dengan mengecek secara periodic tegangan masing masing baterai, 2 bulan sekali untuk mencegah kerusakan per cell. Jangan sampai tegangan setiap cell mencapai 2.75 volt. Jika 48v berarti 2,75 x 13 = 36.75 volt (under voltage)
Bagi pengguna lithium polymer pastikan jangan sampai baterai teluka, tergores maupun tertusuk, karna akan meledak. PASTIKAN hal ini tidak akan terjadi mesti terjadi tabrakan.
JANGAN sekali kali men-short tepat di atas baterai lithium, jika ada keruusakan sebaiknya dikonsultasikan pada yang sudah berpengalaman.
Jika ingin disimpan, karena tidak ingin digunakan dalam waktu yang lama karena ditinggal mudik atau bepergian, sebaiknya kondisikan batra pada kapasitas 50% saja. Jangan disi penuh dan jangan dalam kondisi kosong.
Lebih baik sedikit sedikit melakukan charging, daripada sekali charging langsung lama atau di pol kan mentok langsung full.
Alasannya: jika melakukan cas dari baterai kosong hingga full, maka durasi charging akan lama, durasi yg lama ini akan menyebabkan tingkat panas yang tinggi. Yang kedua, user dengan tipe ini cendurung ketika mengecas selalu belum merasa puas jika belum full total. potensi over charging lebih ada pada tipe user ini. Kelemaham user yang tipe ini adalah pasti sering mengalami kehabisan baterai di tengah jalan. kelemahan yang ke 2 user tipe ini adalah lebih besar potensi meninggalkan baterai molis/selis dalam kondisi kosong kapasitas/empty (lupa nge-charge).
Namun beda cerita kalau yang sedikit dikit charging, baru digunakan sejenak keliling komplek, baterai sisa 40% lalu charge sebentar, 30 menit charge, baterai jadi 90%. Lalu dipakai jalan lagi lalu di charge sebentar lagi. Proses charging yang sebentar cederung lebih dingin/adem. User dengan gaya pemakaian seperti ini cenderung tidak akan mengalami yang namanya kehabisan baterai, dan juga tidak akan mengalami yg namanya overcharging.
Gunakanlah timer untuk mencegah terjadinya over charge sehingga cell cell battery lithium anda terhindar dari terjadinya bengkak/membesar/pecah/meledak.
semua jenis dan merk. betrik, selis, eplug, super rider, mr jacky, DLL wilayah JABODETABEK. bisa di bawa ke bengkel PETRIKbike, atau di kerjakan di rumah anda.
Service Sepeda Motor Listrik
Semua jenis dan merk TREKO, EMOTO, SELIS, Mr Jacky, BETRIK wilayah JABODETABEK. bisa di bawa ke bengkel PETRIKbike, atau di kerjakan di rumah anda.